Legal Validity of Power of Attorney to Sell in Non-Performing Loans
DOI:
https://doi.org/10.55173/yurisdiksi.v22i3.394Keywords:
Simple Lawsuit, Power of Attorney to Sell, Mortgage Rights, Legal Certainty.Abstract
This study examines the use of a Power of Attorney to Sell (Surat Kuasa Menjual/SKM) as a substitute for Mortgage Rights (Hak Tanggungan) in the settlement of non-performing loans through the Simple Lawsuit (Gugatan Sederhana/GS) mechanism. The issue arises because Supreme Court Regulation Number 4 of 2019 restricts the resolution of land rights disputes through the GS mechanism, while in practice, loan disputes secured by land rights are still being resolved through GS using an SKM. This research aims to analyze the legal position of the GS mechanism in loan disputes involving land rights as collateral and to assess the legal validity of using an SKM as a substitute for Mortgage Rights. This study employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. Primary, secondary, and tertiary legal materials were analyzed qualitatively through grammatical, systematic, and teleological interpretation methods. The analysis is grounded in Gustav Radbruch’s Theory of Legal Certainty, Sri Soedewi Masjchoen Sofwan’s Contract Theory, and the doctrine of legal circumvention (fraus legis). The findings indicate that the use of the GS mechanism in loan disputes secured by land rights is inherently connected to land rights disputes; therefore, its application must be strictly limited in accordance with Supreme Court Regulation Number 4 of 2019. Furthermore, an SKM cannot be equated with Mortgage Rights because it does not fulfill the principles of publicity and specificity as required under the Mortgage Rights Law. Accordingly, clearer limitations regarding land rights disputes within the GS mechanism and stronger regulations governing the use of SKM are necessary to ensure legal certainty and the protection of land rights.
References
Asikin, A. d. (2022). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Edisi Revisi, Rajawali Pers.
Bahsan, M. (2012). Hukum Jaminan dan Jaminan Kredit Perbankan Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
E, A. M. (Oktober 2016). Kuasa Menjual sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Kredit Macet di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. JOM Fakultas Hukum, Vol. III, No. 2, 89.
Efendi, D. O. (2022). Penelitian Hukum (Legal Research). Jakarta: Cetakan Ketiga, Sinar Grafika.
Fakhriah, E. L. (2022). GS sebagai Instrumen Access to Justice di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Padjadjaran, Vol. 9, No. 2, 205–208.
Febriandini. (2014). Studi Kekuatan Pembuktian Surat pada Sengketa Perdata di Pengadilan Negeri. Jurnal Verstek, Vol. 2, No. 1, 55.
Handayani, F. (2022). Akses terhadap Keadilan dalam Sistem Peradilan Perdata Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Harun, B. (2010). Penyelesaian Sengketa Kredit Bermasalah. Yogyakarta: Pustaka Yustisia.
Hutagalung, S. M. (2022). Praktik Peradilan Perdata: Teknis Menangani Perkara di Pengadilan. Jakarta : Edisi Revisi Sinar Grafika.
Maulidan, K. N. (2021). Keabsahan Akta Kuasa Menjual sebagai Jaminan atas Perjanjian Hutang Piutang. Jurnal Hukum, Vol. 1, No. 1, 11–20.
Mertokusumo, S. (1979). Penemuan Hukum: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Liberty.
Muhammad, A. (2021). Hukum dan Penelitian Hukum. Bandung: Cetakan Keempat, Citra Aditya Bakti.
Nurbaiti, S. (2022). Implementasi Asas Peradilan Sederhana, Cepat, dan Berbiaya Ringan dalam GS di Indonesia. Jurnal Hukum Acara Perdata (ADHAPER), 12–14.
Nurbani, H. S. (2021). Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta: Cetakan Keenam, Rajawali Pers.
Santoso, U. (2022). Hukum Agraria: Kajian Komprehensif. Jakarta: Cetakan Keempat, Kencana Prenada Media Group.
Satrio, J. (2021). Hukum Jaminan, Hak-Hak Jaminan Kebendaan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Setyawan, A. (Oktober 2016). Tinjauan Yuridis Penggunaan Surat Kuasa Jual terhadap Penjualan Objek Hak Tanggungan dalam Penyelesaian Kredit Macet. Jurnal Selat, Vol. 4, No. 1, 35.
Sjahdeini, S. R. (2009). Hak Tanggungan: Asas-Asas, Ketentuan-Ketentuan Pokok dan Masalah yang Dihadapi oleh Perbankan (Suatu Kajian Mengenai Undang-Undang Hak Tanggungan). Bandung: Alumni.
Soimin, I. K. (2013). Hukum Agraria Indonesia dalam Perspektif Sejarah. Bandung: Refika Aditama.
Suntoro, A. (2022). Penerapan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 tentang GS dalam Praktik Peradilan. Jurnal Hukum dan Peradilan, Vol. 11, No. 1, 88–90.
Usanti, T. P. (2021). Eksistensi Hak Tanggungan sebagai Jaminan Pelunasan Kredit Perbankan. Jurnal Perspektif, Vol. 26, No. 2, 74–77.
Usman, R. (2021). Hukum Kebendaan. Jakarta: Cetakan Kedua, Sinar Grafika.
Utami, P. D. (2018). I Made Pasek Diantha, dan I Made Sarjana, Kedudukan Hukum Grosse Akta Pengakuan Hutang Notariil dalam Pemberian Kredit Perbankan. Jurnal Ilmiah Prodi Hukum Kenotariatan, 99.
Utomo, T. (2017). Perlindungan Hukum terhadap Penerima Kuasa yang Aktanya Dicabut Sepihak oleh Pemberi Kuasa. Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, 67.
Widjaja, K. M. (2010). Perikatan yang Lahir dari Perjanjian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Zainuddin, A. ( Oktober 2017). Kedudukan Hukum Surat Kuasa Menjual terhadap Objek Jaminan yang Dibebani Hak Tanggungan. Jurnal Al-Himayah, Vol. 1, No. 2, 79-82.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ramadhan Zulfikar Mahendra, Imam Kuswahyono, Djumikasih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







